Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Dan Macam-Macam Zat Pengatur Tumbuh (ZBT)

Konten [Tampil]
Jasa Tukang Taman Surabaya. Kesempatan kali ini mengulas tentang pengertian dan macam-macam Zat Pengatur Tumbuh (ZBT) untuk proses pertumbuhan. Zat pengatur tumbuh berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman bagi kelangsungan hidupnya.

Tanpa adanya zat pengatur tumbuh berarti tak ada pertumbuhan. Zat pengatur tumbuh pada tanaman (plant regulator) didefinisikan sebagai senyawa organik bukan hara (nutrient), yang dalam jumlah sedikit bisa mensupport (promote), menghalangi (inhibitor), dan merubah pelaksanaan fisiologi tumbuhan.

Zat pengatur tumbuh disebut juga dengan hormon tumbuh (plant hormone). Zat pengatur tumbuh didefinisikan sebagai zat organik yang dibuat oleh tanaman dan dalam fokus rendah bisa mengendalikan pengerjaan fisiologis.


Jasa Tukang Taman Surabaya Tentang Macam-Macam Zat Pengatur Tumbuh (ZBT) Pertumbuhan

Ada 5 penggolongan zat pengatur tumbuh dalam tanaman yakni; auksin, giberelin, sitokinin atau zeatin, ethylene, dan inhibitor. Kelima macam hormon ini mempunyai ciri, efek dan fungsi yang berbeda kepada pengerjaan fisiologi tanaman.

a. Zat Auksin

Auksin yaitu hormon tumbuh yang tak terlepas dari progres pertumbuhan dan perkembangan tanaman (plant growth and development).

Auksin berasal dari bahasa Yunani merupakan auxein yang berarti meningkatkan. Para peneliti menemukan pertumbuhan tak akan terjadi tanpa adanya auksin.

Para peneliti juga menemukan salah satu variasi auksin yang sungguh-sungguh besar peranannya ialah indole acetic acid (IAA).

Indole acetic acid adalah tipe auksin yang pertama ditemukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di Belanda pada tahun 1926.

Indole acetic acid berfungsi sebagai hormon pengembangan sel yang struktur kimianya menyerupai asam amino triptopan. Penelitian menampilkan pada tanaman yang dikasih IAA pertumbuhannya akan cepat.
Baca juga 6 Penyebab Pertumbuhan Tanaman Lambat
Kecuali itu, studi memperlihatkan auksin bisa menaikkan tekanan osmosis, meningkatkan permeabilitas sel kepada air, mengurangi tekanan di dinding sel, meningkatkan sintesis protein, meningkatkan plastisitas, dan pengembangan dinding sel. Kesemuanya ini yakni pensupport dalam perkembangan tanaman.

Jasa Tukang Taman Surabaya. Auksin bisa mempercepat penyusunan dan perpanjangan batang serta daun. Auksin juga berperan dalam perpanjangan dan pertumbuhan permulaan akar.

Sementara itu, IAA berkhasiat dalam peningkatan jumlah akar serabut. Indole acetic acid berfungsi untuk mengasah pertumbuhan akar pada stek tanaman dan kerap kali diterapkan dalam pembenihan tanaman dengan stek.

Kecuali itu, IAA juga berfungsi untuk mempercepat perkembangan ukuran buah dan pertumbuhan kuncup baru. Dengan pemberian hormon ini pertumbuhan anggur, stroberi, dan jeruk lebih pesat 60 hari dibandingi dengan fase normalnya (120 hari).

b. Zat Giberelin(GA3)

Giberelin yaitu salah satu variasi hormon tumbuh yang ditemukan oleh seorang berkebangsaan Jepang pada tahun 1930.

Hormon ini ditemukan saat ia mengerjakan penelitian mengenai gangguan pada tanaman padi. Padi yang diteliti mempunyai batang yang tak kuat membendung dirinya sendiri sebab ukurannya terlalu panjang dibandingi dengan panjang batang padi normal.
Baca juga 5 Fungsi Dan Cara Kerja Hormon Giberelin Pada Tumbuhan
Penyebab situasi ini yakni jamur Gibberella fujikuroi. Giberelin yaitu senyawa aktif yang yang diambil dari jamur gibberella fujikuroi hal yang demikian.

Isolasi giberelin dari jamur Gibberella fujikuroi sekiranya disemprotkan ke tanaman lain akan menolong pelaksanaan pertumbuhan. Giberelin ditemukan beriringan dengan IAA.

Pada ketika ini sudah dikenal giberelin juga terdapat pada tanaman angiospermae, gimnospermae, paku-pakuan, lumut dan sebagian tipe ganggang dan kuman.

c. Zat Sitokinin (Zeatin)

Sitokinin yakni salah satu zat pengatur tumbuh yang ditemukan pada tanaman. Sitokinin pertama ditemukan dalam kebiasaan jaringan batang tembakau yang ditumbuhkan pada medium sintetis.

Kemudian sitokinin juga ditemukan dalam air kelapa dan endosperma cair jagung (Zea Mays) nama lain dari sitokinin yaitu zeatin.

Sitokinin berfungsi untuk mengasah pembelahan sel (cell division) dan penyusunan organ. Sitokinin bisa menunda penuaan berjenis-jenis macam tanaman, 
Baca juga 16 Unsur Yang Dibutuhkan Untuk Pertumbuhan Tanaman
sehingga dapat diterapkan untuk memperpanjang usia panen tanaman. Pada daun-daun yang tua dan menguning, sitokinin menyebabkan daun menjadi hijau kembali.

Dalam struktur reproduksi, sitokinin berfungsi untuk mempertahankan hidup tumbuhan dengan mengasah pergerakan gula, asam amino, dan beraneka hara dari daun dewasa menuju bunga dan buah. 

Pada tanaman bunga seperti mawar dan anyelir penambahan kensentrasi sitokinin dikala bunga mulai tua bisa menghalangi penuaan. Pada tanaman sayuran seperti kubis, penambahan sitokinin bisa meningkatkan energi simpannya.
Baca juga 5 Jenis Pupuk Untuk Tanaman Hias Buah
Sitokinin juga bisa mengasah sel-sel muda untuk meningkatkan kekuatan tampung mineral yang diangkut oleh floem dan mengasah perkembangan kuncup samping tumbuhan dikotil.

Dari info yang kami Jasa Tukang Taman Surabaya peroleh. Sitokinin juga berfungsi untuk mengasah pembesaran sel kotiledon dan daun tumbuhan dikotil. 

Kotiledon ini akan menjadi organ fotosintesis yang baik. Fungsi sitokinin yang penting yaitu mengasah perkembangan etioplas menjadi kloroplas dan meningkatkan laju penyusunan klorofil.

Sebagian, laju fotosintesis akan meningkat. Sama halnya dengan giberelin dan auksin, sitokinin juga sudah beredar di pasaran secara komersial. Salah satu jenisnya ialah benziladenin.

Bersama dengan auksin, sitokinin berfungsi dalam pertumbuhan sel meristem dan memberi pengaruh perkembangan kuncup, batang dan daun. Perpaduan antara sitokinin dan IAA bisa membatasi pertumbuhan dan perkembangan tumor mahkota pada tanaman dikotil dan gimnospermae.

d. Zat Ethylene

Ethylene berperan dalam pelaksanaan pematangan buah. Dalam fisiologi tanaman, ethylene berfungsi untuk mendorong respirasi, menghalangi perpanjangan buah,

menstimulus perkecambahan, menyokong terbentuknya bulu-bulu akar, mensupport progres pembungaan pada nanas dan menghalangi transformasi auksin.

e. Zat Inhibitor

Berbeda dengan hormon lainnya, inhibitor yakni zat yang menghalangi pertumbuhan tanaman. Hormon ini acap kali ditemukan pada pengerjaan perkecambahan, pertumbuhan pucuk atau dalam fase dormansi.

Dalam tanaman inhibitor menyebar di sertiap organ tanaman. Penyebaran ini tergantung dari macam inhibitor itu sendiri. Pada ketika ini inhibitor sudah banyak dihasilkan dengan metode kimia.
Baca juga 4 Cara Membuat Pestisida Alami Untuk Berbagai Macam Hama
Inhibitor buatan kerap kali dipakai untuk mencegah pertunasan pada umbi kentang dan bawang. Inhibitor berlawanan perannya dengan giberelin sebab justru mengambat pertumbuhan batang.

Di alam, seluruh hormon hal yang demikian ditemukan tak menyendiri, melainkan berprofesi bersama dengan hormon lain.

Kesimpulan ini ialah sifat dari elemen yang berinteraksi satu dengan lainnya, sehingga ialah satu system. Zat pengatur tumbuh auksin (IAA), giberelin dan sitokinin (zeatin) tak berprofesi sendiri.

Ketiga hormon hal yang demikian berprofesi secara berinteraksi. Dengan interaksi ketiga hormon ini akan menyebabkan pertumbuhan yang sepadan pantas dengan yang diinginkan.

Demikian sekilas dari kami jasa tukang taman surabaya tentang Pengertian Dan Macam-Macam Zat Pengatur Tumbuh (ZBT). Semoga menambah ilmu dan pengetahuan tentang zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan.