8 Prinsip Perancangan Taman

Jasa Tukang Taman Surabaya. Kesempatan kali ini menulis tentang apa saja prinsip yang harus dipenuhi ketika akan merancang sebuah taman. Beberapa prinsip desain taman harus memenuhi unsur perancangan sebuah taman sehingga taman akan terlihat bagus dan baik dalam manfaatnya.

Secara umum prinsip perancangan taman dapat diterapkan ketika prinsip itu digunakan untuk perancangan landscape, hanya saja skala saja yang berbeda. berikut akan kami jelaskan 5 prinsip perancangan taman yang baik dengan rinci sesuai dengan ilmu dan kapasitas kami. 

Karena ilmu ini berkaitan dengan unsur unsur perancangan arsitektur, sehingga mohon dimaklumi keterbatasan kami. Karena tulisan kami ini hanya sebatas pengalaman kami di bidang jasa taman dan landscape.



Jasa Tukang Taman Surabaya Tentang 5 Prinsip Perancangan Taman

Warna, garis, tekstur dan skala yaitu syarat yang biasanya dipakai dalam menyesuaikan prisnsip desain lanskap.  

Prinsip desain itu sendiri meliputi unity (kesatuan), balance (keseimbangan), transisi, fokalisasi, proporsi, rhytm (irama), repetition (pengulangan) dan simplicity (kesederhanaan). Semua prinsip ini saling berinteraksi untuk menghasilkan desain seperti yang diharapkan.


1. Prinsip Kesatuan (Unity)

Kesatuan dapat diperoleh dengan adanya efektifitas pemakaian bagian dalam sebuah desain untuk mengekspresikan inspirasi utama lewat gaya yang tetap.

Unity di tonjolkan dengan konsistensi dari karakter antara unit-unit dalam lanskap. Pemakaian faktor-unsur untuk mengekspresikan suatu tema yang spesifik akan mewujudkan harmoni. Unity bisa ditempuh dengan memakai massa tanaman dan pengulangan.

Baca juga 10 Langkah Pembuatan Taman Rumah Sederhana
Unity berarti bahwa segala komponen dari komposisi atau lanskap berjalan bersama, mereka nampak cocok. Sebuah perasaan natural akan terasa dikala tiap-tiap zona aktifitas menjadi milik dan menyatu dengan keseluruhan lanskap. 

Segala yang dipilih untuk sebuah lanskap patut melengkapi skema utama dan mesti-diatas seluruh- memenuhi sebagian tujuan fungsional.


landscape design principle


2. Prinsip Keseimbangan (Balance)

Balance dalam desain mengacu pada keseimbangan atau kesamaan dari atraksi visual. Keseimbangan yang simetris akan tercapai dikala satu sisi dari suatu desain menjadi ilustrasi cermin dari sisi lainnya. Garis yang sama, format, tekstur atau warna berada pada kedua sisi dalam desain simetris.

Keseimbangan asimetris menerapkan format yang berbeda, warna dan tekstur untuk menerima keseimbangan atraksi visual. 
Komposisi yang berlawanan pada sisi lain dari garis tengah ini akan menjadikan atraksi yang sebanding. Seumpama massa mungkin berlawanan dengan warna atau garis linear berlawanan dengan ketinggian.

Desainer lanskap mesti terlatih untuk memanipulasi unsur-faktor desain untuk menjadikan keseimbangan asimetris. 

Poros tengah patut diatur dan kemudian dibangun dengan unsur-unsur seni dan prinsip desain lainnnya dalam tulisan ini.


landscape design principle
Keseimbangan dalam Desain Lanskap. Sumber: Dwight Burdette from Wikimedia Commons

3. Prinsip Transisi (Transition)

Transisi merupakan perubahan secara gradual. Transisi dalam warna bisa diilustrasikan dengan urutan radial diatas roda warna. 

Transisi bisa ditempuh dengan mengendalikan obyek-obyek dengan tipe tekstur, format, atau ukuran dalam urutan yang logis. Sebagai model dari tekstur kasar ke halus, bulat ke oval ke format struktur yang linear, slilindris ke globular sampai tak teratur. 
Perencanaan dengan jumlah yang tak terbatas bisa terjadi dengan kombinasi beragam faktor dalam macam ukuran, format, tekstur dan warna untuk menyusun transisi. 

Perlu diingat, transisi mengacu pada perspektif komposisi 3-dimensi, bukan cuma penampakan yang datar. (2 dimensi).

Ada kesempatan bagi kita untuk memakai transisi untuk memperluas dimensi visual diantara dimensi aktual. Sebagai model, garis radikal dalam zona pribadi dari lanskap bisa diterapkan untuk membingkai atau memfokalisasi panorama danau. 

Transisi material tanaman sepanjang garis ini bisa menciptakan panorama ini sebagai komponen dari lanskap.
Baca juga : 8 Jenis Tanaman Bagus Untuk Depan Rumah


Transisi tanaman, Sumber: Torange.biz


4. Prinsip Proporsi (Proportion)

Proporsi mengacu pada ukuran dari komponen dari desain dalam hubungannya dengan yang lain dan terhadap desain secara keseluruhan. 

Suatu pohon oak yang besar dan tinggi mungkin bisa melengkapi sebuah bangunan kantor melainkan mungkin akan mengecilkan suatu daerah tinggal awam. 

Sebuah kolam yang kecil mungkin akan sirna dalam suatu lapangan rumput yang luas, namun mungkin akan nampak indah sekali dalam sebuah zona privat kecil. 
Baca juga Cara Penataan Taman Dan Kolam Agar Terlihat Indah
Dan tentu saja, sebuah air mancur kolosal bisa mendominasi sebuah kebun pribadi namun bisa memperluas sebuah plaza kota.

Proporsi dalam desan lanskap umumnya terkait dengan manusia dan aktifitasnya. Kekerabatan antara ukuran yang diharapkan dari bagian-bagian dalam suatu desain semestinya menghadirkan 

suatu situasi sulit kecil bagi desainer yang memutuskan prinsip ini secara rutin dalam progres-progres yang dikerjakan secara sistematik.

Proporsi dalam Desain Lanskap. Sumber http://www.geograph.org.uk


5. Prinsip Irama (Rhytm)

Ritme bisa ditempuh dikala unsur-faktor dalam sebuah desain bisa menciptkan suatu perasaan dari pergerakan yang mengarahkan mata yang memperhatikan lewat atau malah diluar zona yang didesain. 

Perlengkapan seperti warna, garis dan wujud bisa diulang untuk menerima ritme dalam desain lanskap. Melodi bisa mengurangi keder dalam desain.
Baca juga: Faktor Garis dalam Lanskap

Jalur setapak. Sumber: Raymond Bucko, SJ


6. Prinsip Fokalisasi (Focalizations)

Focalization meliputi nasehat perhatikan visual kearah sebuah fitur dengan menempatkan fitur ini pada spot sirna diantara garis radial atau yang mendekati.

Garis radial yang tegas dalam gambar mewujudkan focalization yang kuat ketika diperbandingkan dengan garis kurva. 

Mata pengamat akan secara kencang dinasehati sepanjang garis lurus ke spot fokal. Biasanya, garis yang mengalir dari fokalisasi menjadi harapan dalam suatu lanskap daerah tinggal. 
Transisi dari tanaman atau obyek lainnya sepanjang garis ini bisa memperkuat atau memperlemah fokalisasi. Fokalisasi bisa dikuasai dengan material tanaman sepanjang garis untuk menjadikan fokalisasi simetris atau asimetris.

Semenjak fokalisasi bisa dipakai untuk memberi bimbingan perhatian segera pada suatu point, traffic dalam suatu zona umumnya dinasehati lansung ke point hal yang demikian.

Baca juga: Focal Point dalam Desain Lanskap Taman

Focal point dalam taman gaya Cina. Sumber: Turtleey


7. Prinsip Pengulangan (Repetition)

Pengulangan mengacu pada pengulangan penerapan fitur seperti tanaman-tanaman dengan persamaan format, garis, tekstur dan warna. 

Pengulangan yang terlalu banyak akan menjadikan kesan yang monoton, melainkan ketika dipakai dengan tepat sasaran bisa memberi pengarahan 

pada ritme, fokalisasi, dan penekanan. Unity bisa ditempuh dengan lebih bagus dengan dikombinasikan dengan repetisi.

prinsip desain lanskap
Repetisi dalam Desain Lanskap. Sumber http://www.geograph.org.uk


8. Prinsip Kesederhanaan (Simplicity)

Kesederhanaan bersambungan dengan pengulangan dan bisa ditempuh dengan mengeliminasi detil yang tak perlu. Tipe atau terperinci yang terlalu banyak akan mewujudkan keder persepsi. 

Kesederhanaan ialah pereduksian desain menjadi desain paling simpel, wujud yang funsional, yang menghindari tarif dan perawatan yang tak perlu.
Baca juga: Mengundang Burung Liar ke dalam Taman

Demikian sedikit ulasan dari kami jasa tukang taman surabaya tentang 8 Prinsip Perancangan Taman. Semoga dapat menambah wawasan anda dalam merancang sebuah landscape taman. Jangan lupa untuk like and share ke rekan yang nutuh referensi. Terima kasih