7 Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Banyak

Tukang Taman Surabaya. Memberikan tips bagaimana cara menanam tomat baik di media plastik, polybag hidroponik ataupun kebun pekarangan rumah agar berbuah lebat dan banyak. Mungkin jenis yang lagi trend saat ini adalah jenis tomat servo.

Sebelum anda memulai menanam tentunya hal yang paling pokok adalah menyiapkan alat dan bahanya terlebih dahulu. Kemudaian tehnik cara merawat tanaman tomat, termasuk cara menyiraman dan pemupukan sehingga dalam budidaya buah tomat berhasil sehingga buah yang dihasilkan lebat dan banyak.

7 Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Banyak

Tukang Taman Surabaya Tentang 7 Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Banyak

Menanam tomat tak susah, dapat dilaksanakan dimana saja oleh siapa saja. Umpamanya menanam tomat di rumah memakai pot, Ibu rumah tangga yang hobi berkebun dapat menyalurkan hobinya tanpa perlu lahan yang luas.
Baca juga 12 Jenis Pohon Buah Tidak Tinggi Namun Cepat Berbuah
Seperti tanaman lainnya, menanam tomat dibutuhkan ketekunan mulai dari menyiapkan media tanam, bibit, penyiraman, sampai perawatan rutin supaya tanaman tomat rajin berbuah. Berikut metode menanam tomat di pot.

Berikut Tips Cara Benar Dan Mudah Dalam Menanam Merawat Tomat Agar Berbuah Banyak :

  • Siapkan Peralatan Menanam : Seperti menanam tanaman lainnya, kelengkapan untuk menanam tomat di pot antara lain: pot, tanah, arang sekam dan pupuk kompos.
  • Pilih Bibit Tomat Yang Baik : Untuk menerima tomat yang baik, dibutuhkan juga bibit favorit yang dapat dibeli dari kios pertanian atau diwujudkan sendiri dari buah tomat yang sehat. Melainkan Anda seharusnya menetapkan secara khusus dulu macam tomat yang berharap ditanam.
  • Penyemaian Bibit Tomat : Tips kami Tukang Taman Surabaya selanjutnya. Sesudah menerima bibit tomat favorit, semaikan bibit hal yang demikian pada media semai dan siram secara teratur agar konsisten dalam situasi lembab. Hingga benih tanaman tomat berusia 30 hari atau setidaknya mempunyai lebih dari 4 helai daun barulah benih tomat tadi siap dipindahkan ke pot.
  • Penanaman Tomat ke Pot : Cabutlah benih tomat unggul yang telah disiapkan tadi secara pelan supaya akarnya tak putus, lalu pindahkan benih ke pot yang telah dikasih media tanam serupa pada dikala penyemaian.
  • Pasang Penopang : Menanam tomat di pot juga membutuhkan penopang agar tanaman tumbuh tegak dan tak runtuh dampak angin atau buahnya yang lebat.
  • Perawatan Tanaman : Perawatan secara teratur betul-betul penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman tomat hal yang demikian. Setidaknya lakukan penyiraman 1-2 hari sekali agar keperluan air terpenuhi, padahal untuk pemupukan pada tanaman tomat dilaksanakan seminggu sekali. Upayakan untuk rutin memangkas tunas baru yang tumbuh, serta pencabutan pada tanaman yang terkena penyakit agar tak menyebar.
  • Panen Tomat : Masa panen tomat bervariasi tergantung macam tomat yang ditanam, tetapi dalam waktu kurang dari 100 hari Anda telah dapat memanen tomat yang ditanam sendiri di pot rumah Anda.

Cara Perawatan Dan Jenis Pemupukan Pada Tanaman Buah Tomat

1. Jenis Pupuk
Menurut kami Tukang Taman Surabaya. Pupuk dipakai untuk menambah dan melengkapi kandungan faktor hara yang kurang dari tanah. Pupuk bisa berupa pupuk organik (pupuk sangkar dan hijau) dan pupuk anorganik (NPK, Urea, KCL, dan ZA). 

Pupuk sangkar berasal dari kotoran binatang, lazimnya yang dipakai merupakan pupuk sangkar sapi, ayam dan kambing. Pupuk sangkar mempunyai kandungan faktor hara komplit seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). 
Baca juga 5 Jenis Pupuk Untuk Tanaman Hias Dan Buah
Pupuk sangkar yang dipakai sebaiknya yang telah matang yang ditandai dengan warna hitam pekat dan tak beraroma. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya kuman dan cendawan yang bisa merusak tanaman.

2. Jenis Pestisida
Pestisida bermanfaat untuk mengontrol serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pestisida bisa berupa pestisida natural dan buatan. 

Pestisida natural dapat memanfaatkan tanaman sebagai bahan bakunya. Teladan tanaman yang bisa dipakai untuk membikin pestisida merupakan daun nimba.

3. Jenis Media tanam Organik
Media tanam berfungsi sebagai daerah tumbuhnya tanaman. Komposisi media tanam perlu disesuaikan dengan tipe tanaman yang dibudidayakan. 
Baca juga 9 Syarat Media Tumbuh Tanaman Hias Dan Buah 
Media tanam lazimnya berupa tanah. Aneka media tanam antara lain arang, batang pakis, kompos, moss, pupuk sangkar, sabut kelapa, sekam padi, dan humus.

Arang sekam
Arang sekam merupakan hasil pembakaran tak total dari sekam padi (kulit gabah) yang berwarna hitam. Warna hitam pada arang sekam menyebabkan tenaga serap kepada panas tinggi sehingga menaikkan temperatur dan mempercepat perkecambahan.
Arang sekam - Media Tanam Bahan Organik

Kompos
Kompos yakni zat akhir pengerjaan fermentasi tumpukan sampah/serasah tanaman. Kandungan utama kompos merupakan bahan organik tanah yang bisa membenarkan keadaan tanah. Bahan-bahan organik yang bisa dikomposkan ialah: limbah organik rumah tangga, kotoran/ limbah peternakan, limbah pertanian, dan limbah agroindustri. 
Baca juga Ciri-Ciri Tanah Yang Cocok Untuk Tanaman
Ciri-ciri kompos yang bagus, ialah: berwarna coklat, berstruktur remah, gembur, dan beraroma daun lapuk. Fungsi ialah: mengembalikan kesuburan tanah, mengurangi tumbuhnya tumbuhan pengganggu, tersedia secara gampang, murah, dan relatif pesat.

Sabut kelapa
Sabut kelapa (coco peat) yang dipakai sebagai media tanam lazimnya berasal dari kelapa yang telah tua sebab mempunyai serat yang kuat. 

Sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dipakai di tempat bercurah hujan rendah supaya sabut tak gampang lapuk. Sabut kelapa cakap menaruh air dengan kuat sehingga cocok untuk tempat panas. Tapi, sabut kelapa gampang berjamur.

Sekian artikel singkat kami Tukang Taman Surabaya tentang 7 Cara Menanam Tomat Agar Berbuah Banyak. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.